Mengenai Saya

Foto saya
Tim Rescue PKPU dipimpin langsung oleh Ir. Muhammad Yasin. Anda ingin mengetahui kegiatan rescue PKPU, dapat mengontak langsung Yasin di nomor 08988866220, dapat juga kerjasama program rescue bencana.

REKENING KEMANUSIAAN: BMI No. 301.00354.15, BSM No. 003.000.6216 BCA No. 600.034.7777, BNI No. 117.85.917, Bank Mandiri No. 126.000.1005.114 atas nama PKPU

Tim Rescue PKPU sedang berlatih di arungjeram CITARIK, Sukabumi

Kamis, 18 Desember 2008

PKPU Gulirkan Program Peduli Banjir

Aksi Sejuta Pelampung


JAKARTA - Beberapa waktu terakhir ini hujan disertai angin kencang mulai menyapa kita. Frekuensi datangnya banjir kiriman juga membawa sampah yang ikut hanyut bersamanya. Hal ini pertanda bahwa musim hujan segera datang. Banyak hal yang perlu kita waspadai bersama.

Dari mulai perubahan cuaca yang mungkin akan menimbulkan ketidaknyamanan tubuh kita bahkan mungkin mendatangkan penyakit sampai dengan bahaya banjir yang hampir rutin setiap tahun menyambangi kita (warga Jakarta khususnya)

Apapun penyebabnya, mulai dari banjir kiriman, meluapnya sungai, tersumbatnya aliran sungai, jebolnya tanggul sungai, banyaknya pemukiman di daerah aliran sungai dan masih banyak lagi alasan yang mungkin menyebabkan banjir.

Selain itu, koordinasi yang kurang baik, infrastruktur kota yang sudah tua dan tidak memadai, pembangunan perumahan yang tidak terkendali, hilangnya kepedulian akan daerah resapan air, dan lainnya sebagai fakta banjir sulit dihilangkan dari Jakarta dan kota besar lainnya.

Manajer Rescue PKPU, Ir. Muhammad Yasin mengatakan bahwa datangnya air yang secara tiba−tiba mengakibatkan tidak sempatnya untuk mengungsi dan mengevakuasi diri sehingga alternatif hanyalah naik keatap rumah dan keadaan ini sangat memprihatinkan.

“Kelompok yang paling beresiko jika terjadi bencana adalah bayi, balita, anak−anak, ibu hamil menyusui, orang tua jompo dan orang cacat. Selayaknya saat ini akses kepada alat safety standar seperti pelampung sudah sangat mudah bagi mereka sehingga jika air membanjiri pemukiman, mereka akan lebih aman dan mudah untuk di evakuasi,” lanjut Yasin.

“Dan bukan hal yang luar biasa jika program Sejuta Pelampung PKPU mulai ditawarkan dan digulirkan serta disosialisasikan kepada masyarakat. Semoga dengan alat evakuasi berupa pelampung dapat segera tersebar dilokasi rutin banjir dimulai dari siklus banjir tahun 2008 ini,” ungkap Yasin.

Tim rescue PKPU akan memulai di 36 titik prioritas daerah genangan banjir Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) dari 120 titik daerah genangan rutin banjir yang ada masing−masing 20 titik besar di Jakarta, 3 titik di Depok, 5 titik di Tangerang serta 8 titik di Bekasi

Direktur Penghimpunan PKPU, Wildhan Dewayana berharap bahwa sejuta pelampung ini dapat tersebar yang dimulai dengan 1000 pelampung untuk tahun ini, sehingga ada sedikit ketenangan sambil menunggu berbagai upaya dari pemerintah dalam program raksasanya mengatasi banjir Jakarta.

“Kepedulian kita sangat mempengaruhi pengurangan resiko bencana. Dan bantuan meskipun sedikit sangat memberikan ketenangan disaat genting,” ungkap Wildhan Dewayana saat rapat Tim Peduli Bencana Nasional PKPU, Kamis sore (18/12/2008) di Duren Sawit.

PKPU siap bermitra dengan lembaga, NGO serta perusahaan anda dalam mengantisipasi datangnya bencana banjir dengan program AKSI SEJUTA PELAMPUNG. Kontak PKPU di 021−87780015 dengan Gunawan (0817742020) atau M. Yasin (08988866220) atau PKPU datang ke Perusahaan anda. (Acep/PKPU)


Sumber: PKPU Online


Senin, 15 Desember 2008

Indosat Luncurkan Bantuan

Bantuan yang dilakukan bersama Tim Rescue PKPU (Pos Keadilan Peduli Ummat) ini diserahkan dalam bentuk bahan pangan atau sembako dan tenda untuk tempat tinggal dan mengungsi sementara.

Menurut Adita Irawati, Division Head Public Relations, bantuan ini diberikan sebagai wujud komitmen sosial. Sementara itu, desa-desa yang mendapatkan bantuan tersebut meliputi kecamatan Bungku Utara terdiri dari Desa Baturube 242 KK, 1105 Jiwa, Desa Boba 130 KK, 390 Jiwa, Desa Tokalabawa 195 KK, 786 Jiwa, Desa Parigi 102 KK, 232 Jiwa, Desa Kalombang 119 KK, 432 Jiwa.

Sedangkan untuk Desa Kolobawa, Kecamatan Mamosalato, distribusi bantuan akan diserahkan kepada 192 KK atau 406 Jiwa. Indosat selama ini selalu aktif dalam program bantuan pasca bencana alam, baik melalui bantuan bahan pokok dan tempat tinggal, maupun dukungan telekomunikasi bagi para korban.

Indosat juga telah memiliki tim khusus untuk penanganan pasca bencana yang diharapkan dapat membantu para korban sekaligus menjaga keberlangsungan layanan di wilayah tersebut. (Widia Yurnalis)


Sumber: hardware.sda-indo.com, 03.08.2007


Banser Diminta Jaga Rumah Warga Gunung Kelud

Jakarta - Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan kader Gerakan Pemuda Ansor diminta melindungi dan menjaga rumah-rumah warga sekitar Gunung Kelud, Jawa Timur, yang ditinggal mengungsi penghuninya. Demikian dikatakan Komandan Satuan Koordinasi Nasional Banser, H Tatang Hidayat, di Jakarta, Jumat (26/10)

“Kami juga menginstruksikan Banser bekerja sama dengan aparat keamanan untuk membantu mengamankan ternak-ternak milik penduduk yang tinggalkan, agar ternak itu dipindahkan,” kata Tatang, demikian panggilan akrabnya.

Selain itu, katanya, Banser juga diminta untuk bekerja sama dengan satkorlak setempat agar pelaksanaan bantuan di lapangan dapat terkoordinasi dengan baik, rapi dan lancar. Menurut Tatang, jumlah satuan Banser yang dikerahkan ke lapangan tergantung dari kondisi dan kerja sama dengan pemda setempat, misalnya membantu penanganan dapur umum, distribusi bantuan, pembangunan posko kesehatan dan lain-lainnya.

Lebih jauh, personil Banser juga diminta terus menerus melakukan komunikasi dengan pengurus cabang Nahdlatul Ulama setempat dan badan otonom lainnya. Bahkan, kalau perlu membuat posko terpadu guna mempercepat penanganan pengungsi jika terjadi sesuatu di luar dugaan.

Sementara itu, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU berinisiatif mengadakan simulasi dan pelatihan tanggap bencana bagi warga Dusun Sumber Sari, Desa Sumber Asri, Nglegok, Biltar, Jatim dalam mengantisipasi letusan Gunung Kelud. Alat yang digunakan sangat sederhana dan dekat dengan masyarakat, yaitu pluit.

Sebanyak 300 pluit dibagikan ke masing-masing warga, di mana satu pluit untuk satu warga. Dalam pelatihan yang dilaksanakan Sabtu (27/10) siang, warga diajarkan bagaimana membunyikan pluit sebagai tanda bahaya.

Manager Rescue PKPU, Ir M. Yasin, mengunggkapkan, seandainya terjadi kondisi bahaya, misalnya, ada warga yang terjepit dan terluka, maka harus meniup pluit pendek- pendek. Kemudian untuk warga yang mampu menolong warga bersangkutan, dapat meniup pluit panjang-panjang.

Simulasi dilaksanakan pukul 1 siang ini, namun, sebelumnya, warga dibagikan brosur mengenai prosedur penyelamatan oleh tiga relawan ahli tim Rescue PKPU.Tim Rescue, selama di Blitar, melaksanakan beberapa tugas, antara lain, mengecek jalur aliran sungai lahar, melakukan survei posko pengungsian di luar radius 15 kilometer seandainya terjadi letusan, serta membangun jalur radio komunikasi.

Saat ini, PKPU tengah mengadakan lomba berhitung dengan metode sempoa bagi anak-anak setempat untuk memberikan kegiatan alternatif yang menyenangkan bagi anak. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi tekanan psikologis akibat ketidakpastian meletusnya Kelud. Saat ini anak-anak terpaksa tidak bersekolah sampai 30 Oktober 2007 mendatang. (sm/sbh/rif)


Sumber: NU Online, Sabtu, 27 Oktober 2007 18:05

Warga Pantai Harapan Jaya Mulai Terserang Penyakit dan Kekurangan Bahan Makanan

Jakarta - Curah hujan yang tinggi sejak sepekan lalu, menyebabkan anak Sungai Ciherang, yakni Sungai Kramat meluap. Akibatnya, Jalan Raya Pantai Hurip yang menuju desa tersebut putus akibat banjir sehingga warga terisolisai selama tujuh hari. Parahnya lagi beberapa orang warga mulai terserang penyakit dan kekurangan bahan makanan.

Tak hanya itu 1769 rumah warga Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, yang berada lebih rendah dari sungai ini terendam setinggi 50 cm.

Menurut Tim Media Center PKPU Sukismo, sebetulnya air bisa surut asalkan Bendungan Tongkang dibuka. “Namun hal ini sulit dilakukan, karena bila dibuka akan merendam tujuh titik pengeboran minyak milik Pertamina, Sehingga banjir masih akan merendam wilayah ini selama lima hari ke depan,” ujar Sukismo dihubungi Situs Berita APIndonesia.Com via Telepon seluler di ruang kerjanya, Selasa, (19/2).

Sukismo melanjutkan, sebelumnya warga mengungsi di Desa Pantai Hurip yang bersebelahan dengan Desa Pantai Harapan Jaya. Belakangan, warga mulai kembali untuk membersihkan rumah rumah mereka.

Dampak banjir juga mulai dirasakan warga yang mulai kekurangan bahan makanan dan terserang penyakit, seperti gatal gatal dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). “Saat ini, warga membutuhkan makanan siap saji, bahan makanan untuk lima hari ke depan, pelayanan kesehatan, dan pakaian layak pakai,” katanya.

Melihat kebutuhan ini, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU menerjunkan Tim Rescue ke lokasi dengan menggunakan perahu motor melalui Sungai Kramat. Tim yang terdiri dari 10 relawan ahli ini, menyalurkan bantuan 245 paket logistik bagi di RT 003, 004, 006 RW 02 Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

Tim yang dikomandoi Manajer Rescue PKPU Ir. Muhammad Yasin sudah bergerak untuk meninjau Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, tempat dimana badan Sungai Citarum yang longsor sepanjang 70 meter.

Karena sejak sehari lalu, Tim Rescue PKPU telah mengerahkan relawan untuk membendung kembali dengan 1000 karung dan 500 batang bambu. pengerjaan badan tanggul itu harus dilakukan dengan cepat agar air tidak meluap lagi akibat hujan. "Kita berpacu dengan waktu, jangan sampai hujan lagi dan air meluap yang akan merendam 800 KK di delapan RT," kata Sukismo. (Setyawan)


Sumber: APIndonesia.Com, Tuesday, 19 February 2008

BANTU KORBAN BANJIR GUNUNGKIDUL ; PKPU DIY Salurkan 500 Family Kit

NGLIPAR (KR) - Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Cabang DIY dibantu beberapa relawan lokal di Gunungkidul sejak hari pertama banjir Rabu (26/12) di aliran sungai Oya wilayah Nglipar, Semin, Ngawen, Patuk dan Karangmojo, turun mengevakuasi, memberikan pelayanan kesehatan serta mengirimkan bantuan kemanusiaan ke korban banjir.

Bantuan dalam masa tanggap darurat itu diberikan dua tahap. Bantuan tahap pertama berupa makanan siap saji 200 nasi bungkus, 500 pak mie instan, 400 biskuit dan 480 air mineral. Pada tahap ke dua, PKPU DIY membantu 500 paket family kit. Pelayanan kesehatan oleh 15 relawan, 6 orang tim medis dan 2 armada ambulans mobile clinic.

Warga di beberapa titik bantaran sungai Oya, juga menerima paket sumbangan dari donatur PKPU, di antaranya LAZIS Perkasa (Persatuan Karyawan PT Sari Husada) Yogya dan donatur perorangan berisikan sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, handuk serta sebagian paket berisi kompor dan minyak tanah masing-masing 2 liter.

Secara simbolis paket sumbangan disampaikan Kepala Divisi Pendayagunaan Program PKPU DIY Muthori di dusun Klayar, Kedungpoh Nglipar,akhir Desember 2007.Wilayah 5 kecamatan di Gunungkidul itu kebanjiran disebabkan dibukanya pintu air di bendungan pembantu Wonogiri.

Muthori mengatakan, tanggul bendungan itu retak akibat gempa bumi yang lalu, sehingga untuk menghindari bencana yang lebih besar lagi pintu air itu dibuka agar debit air stabil. Relawan PKPU mencatat, 4 jembatan ambrol akibat derasnya aliran sungai Oya, yaitu jembatan Kepuh-Payaman (Semin), jembatan Karangsari-Rejosari, jembatan Badongan dan jembatan gantung desa Kalitekuk. Jembatan Klayar-Katongan ambles.

”Kerusakan di sektor pertanian, 110 hektar padi dan jagung di Semin rusak, 47 hektar di Patuk, 10 hektar di Ponjong, 165 hektar di Nglipar serta 8 hektar di kecamatan Karangmojo, tak bisa dimanfaatkan,” tambah Muthori mengutip laporan Tim Rescue PKPU DIY.

Pada awal Januari ini PKPU DIY bekerjasama dengan LAZIS Perkasa dan Radio MQ 92,3 FM Yogya mengadakan bakti sosial berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis, pembagian mie instan, sarden, gula, minyak goreng dan susu balita SGM 3 serta peralatan kebersihan bagi korban banjir luapan Bengawan Solo di dusun Ngrantan desa Kadokan Kecamatan Grogol Sukoharjo.

Pembagian dilakukan Direktur Medical Health,Care and Rescue (MHCR) PKPU Pusat dr Amir Zuhdi MKes dan Muryatno dari LAZIS Perkasa, diterima simbolis oleh Ketua RW 01, Wagino (57) disaksilan pimpinan PKPU DIY Suripta.

Pedukuhan Ngrantan yang terdiri dari 246 KK dan berpenghuni 637 jiwa itu, merupakan salah satu wilayah banjir Bengawan Solo yang belum terjamah bantuan kesehatan dan bantuan lainnya. Pada masa tanggap darurat itu, PKPU DIY bergabung dengan PKPU Jateng melakukan assesment melalui Posko Induk di Karanganyar. (Sh)-a


Sumber: Kedaulatan Rakyat, 06/01/2008 04:30:59

5 Ekor Lumba-lumba Iringi Tim Kemanusiaan PKPU

SANGIHE - Demi melaksanakan misi kemanusiaan dan membantu para korban bencana banjir di Kabupaten Kepulauan Sangihe, tim rescue kemanusiaan dan medis PKPU harus rela menyeberangi pulau yang satu ke pulau lainnya untuk melakukan pendistribusian sembako dan pengobatan gratis.

Namun, hal itu tak semudah seperti membalikan tangan. Salah satu kesulitan untuk masuk di wilayah bencana banjir Sangihe adalah saat menyeberangi laut dengan ombak yang besar setinggi 2−3 meter. Hal itulah yang harus dilakukan tim relawan dan medis PKPU yang terus berusaha menembus pulau−pulau di Kepulauan Sangihe yang terkena bencana untuk mendistribusikan sembako sekaligus melakukan pengobatan gratis, Selasa (16/1/2007) sore.

Bagi mereka yang belum pernah naik perahu dengan gelombang besar, menjadi tantangan tersendiri. Adalah dr Ketrin serta perawat Kamal, 2 orang tim medis PKPU yang terpaksa muntah−muntah karena keduanya mabuk laut. Tersirat di wajah keduanya, pancaran rasa takut.

Wajar hal itu terjadi, karena dr Ketrin dan Kamal baru pertama naik perahu boat dengan gelombang yang begitu besar.Namun, kepanikan mereka segera mereda setelah melihat di samping perahu boat yang mereka tumpangi, terlihat 5 ekor ikan lumba−lumba berenang mengiringi dahsayatnya gelombang serta lajunya perahu yang ditumpangi para relawan kemanusiaan PKPU.

Seakan kelima lumba−lumba itu ingin menjaga dan mengiringi kepergian tim rescue dan medis PKPU dalam rangka misi kemanusiaan di Kepulauan Sangihe. Mereka berlima berlomba dengan perahu boat yang ditumpangi tim rescue dan medis PKPU. “Selamat jalan lumba−lumba, terima kasih telah menemani kami sampai tujuan,” ujar dr Ketrin, sembari melambaikan tangan.

Salurkanlah bantuan Anda melalui rekening PKPU di BCA Supomo nomor 600.034.7777, Mandiri Ps. Minggu nomor 126.000.1005.114 a/n PKPU. Kontak langsung PKPU di lapangan 081340671073 (Agung Tri) atau Boy Muslim (081310548202).


Sumber: Indonesia Peduli dot com

PKPU Bantu Korban Puting Beliung Yogyakarta

Yogyakarta - Sejak terjadi bencana angin puting beliung meluluhlantakkan Kota Yogyakarta, Minggu (18/2) sore lalu, Lembaga Amil Zakat Nasional Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) terjun langsung memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban. Bantuan dengan menerjukan Tim Rescue, mendirikan tenda pengungsian, membangun posko bantuan medis, serta membagikan ratusan paket sembako.

Humas PKPU Cecep Yusuf Pramana mengungkapkan 1 jam setelah bencana puting beliung tersebut, pihaknya meluncur ke lokasi bencana. Tim Rescue PKPU langsung mendirikan posko bantuan pengungsi, medis dan pangan di halaman parkir Stasiun KA Lempuyangan dan Jalan Tanjung Baciro.

"Posko tersebut berupa tenda peleton dengan tim medis lengkap yang siap siaga selalu memberikan pelayanan tahap pertama. Distribusi logistik pun bergulir 1 jam kemudian. Genset dan tenda lengkap beserta velbed (tempat tidur) menjadi hiasan interior posko PKPU di kedua lokasi," paparnya dalam keterangan pers kepada Suara Merdeka CyberNews, Rabu (21/2).

Perlu diketahui, akibat terjangan angin kencang itu sebanyak 1.078 rumah rusak dan puluhan orang terluka parah. Kebanyakan dari mereka mengalami luka luar akibat tertimpa seng, genteng, balok kayu, dan beberapa material bangunan yang roboh.

Cecep menjelaskan sebanyak 150 nasi bungkus, 300 paket makanan, 35 dus mie instant, 208 dus susu anak dan snack langsung didistribusikan di lokasi sekitar posko. "Waktu itu banyak warga mengkhawatirkan kalau hujan dan tidak bisa berteduh. Semua orang sibuk dan panik," ujarnya.

Senin (19/2) sebanyak 300 nasi bungkus kembali dibagikan PKPU kepada warga korban beserta sembako senilai Rp 1,6 juta. Untuk tempat berteduh dan perlindungan warga korban bencana, PKPU menambah 59 tenda keluarga, 10 buah terpal untuk alas, serta beberapa peralatan penerangan.

"Walaupun kini telah dua hari berlalu dari bencana tersebut, tampaknya PLN belum bisa memulihkan kondisi penerangan dan aliran listrik di daerah tersebut. PKPU bersama para mitra dan donatur terus menggalang bantuan untuk mereka," katanya.

“Bantuan yang digulirkan PKPU pun terasa mudah. Walaupun terjadi bencana angin puting beliung yang cukup menghebohkan ini, namun cakupan bencananya tidak begitu luas. Sehingga fasilitas pendidikan serta kesehatan masyarakat tidak rusak. Demikian pula dengan akses jalan yang masih bagus,” tambahnya.

Data sementara yang berhasil dihimpun tim PKPU Yogyakarta, 50 orang yang terluka dan di rawat di rumah sakit, 45 orang diantaranya sudah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih dirawat di rumah sakit setempat.

"Aspek Pemulihan di bidang ekonomi dan pembangunan kembali sarana fisik rumah warga merupakan prioritas pertama PKPU. Ketiadaan sumber ekonomi bagi beberapa warga dan ketidakmampuan mereka untuk membangun kembali rumah mereka juga sebuah kekhawatiran yang harus dengan segera untuk cepat direspon bersama."

Hingga kini, Tim Rescue PKPU masih melakukan assessment. Assesment dilakukan setiap hari dengan harapan dapat memberikan perubahan data yang akurat dengan ukuran harian. Sehingga bantuan yang akan diterima oleh warga lebih tepat sasaran dan akurat pula. ( imam m djuki/cn05 )


Sumber: SUARA MERDEKA, Rabu, 21 Februari 2007

Tim Kemanusiaan PKPU Tiba di Islamabad

Jakarta - Tim Kemanusiaan Pos Kemanusiaan Peduli Umat (PKPU) untuk Pakistan gelombang pertama Senin pagi tiba di Islamabad. Tim itu langsung bergerak membantu korban gempa Pakistan, berkoordinasi dengan sekitar 50 mahasiswa Indonesia yang berada di Pakistan serta LSM setempat dan LSM negara lainnya.

Anggota tim pertama yang datang dari Jakarta ini terdiri dari dr. Amir Zuhdi, MHA (ketua tim dokter PKPU) dan Boy Muslim, SE (ketua tim rescue PKPU), sedangkan PKPU Selasa (18/10) mengirimkan Tim Kemanusiaan Gelombang kedua, demikian siaran pers PKPU yang diterima ANTARA, di Jakarta, Selasa.

Mereka menjalin kontak dengan 50 orang mahasiswa Indonesia di Pakistan, LSM-LSM setempat serta LSM-LSM dari berbagai negara seperti ICNA Relief USA-Canada, Insani Yardim Vakfi atau Insan Hak ve Hurriyetleri (IHH) Turki, The Orphan Child (TOC) Inggris.

"Tim Kemanusiaan PKPU bersama-sama LSM-LSM dari berbagai negara akan menyalurkan sumbangan kaum muslimin Indonesia tahap pertama senilai Rp. 200 juta yang terdiri dari 20 tenda, 200 selimut serta berbagai jenis obat kepada korban gempa. Tim kemanusiaan PKPU juga telah memesan gandum serta minyak makan," ujar Amir Zuhdi ketua tim kesehatan PKPU.

Amir Zuhdi menambahkan, pada bulan Oktober ini Pakistan juga akan memasuki musim dingin yang disertai hujan salju, ucapnya. Turunnya salju, yang berarti suhu bisa mencapai nol derajat selsius, akan mengakibatkan bertambahnya jumlah korban gempa karena keterbatasan selimut dan tenda-tenda.

Tim Kemanusiaan PKPU juga mengunjungi Margalla Tower di Islamabad bergabung dengan tim kesehatan dari berbagai LSM-LSM negara lain guna menolong korban gempa Pakistan. Di Margalla Tower sebanyak 28 orang meninggal dan sebanyak 80 orang luka-luka.

Selain itu, Selasa siang (18/10) tim kemanusiaan PKPU gelombang kedua yakni RB. Suryama M. Sastra beserta dua orang tim rescue diberangkatkan langsung dari Bandara Soekarno Hatta pukul 12.45 WIB menuju Pakistan.

Sebelumnya sekretaris Yayasan PKPU yang juga anggota DPR RI RB. Suryama M. Sastra beserta Direktur Utama PKPU Sahabudin, Ak bertemu dengan Menkokesra Alwi Shihab serta Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Mayjen Syed Mustafa Anwer Husain untuk mendapatkan dukungan guna memberikan dukungan penuh terhadap tim kemanusiaan PKPU. [TMA, Ant]


Sumber: GATRA.com, 18 Oktober 2005 14:42

Tim Rescue PKPU Langsung Bergerak ke Kelud

Kediri, CyberNews. Tim Rescue PKPU Pusat segera melakukan koordinasi dengan Tim Rescue PKPU Jatim untuk bergerak ke wilayah terdekat Gunung Kelud setibanya di Kabupaten Kediri, Kamis (25/10/2007) pukul 13.00 WIB.

Hasilnya, sore ini tim gabungan langsung bergerak tanpa menunggu menuju Kawasan Rawan Bencana (KRB) ring 1 di Gunung Kelud guna melakukan observasi kondisi masyarakat secara langsung.

Tim gabungan memulai aksi tahap 1 untuk mengedukasi masyarakat mengenai evakuasi dan dampak dari bencana. Sasaran masyarakat yang akan diberikan edukasi adalah mereka yang berusia kurang dari 17 tahun. Dengan asumsi waktu terakhir meletus adalah tahun 1990 atau 17 tahun yang lalu.

Meski wacana yang berkembang saat ini, bahwa status Gunung Kelud akan diturunkan dalam 3-4 hari mendatang menjadi Siaga, namun tak menyurutkan langkah tim gabungan PKPU untuk melakukan operasi kemanusiaan kali ini.

“Intinya adalah kami melakukan upaya kegawatdaruratan ini ketika masyarakat tak mampu lagi menanganinya sendiri. Sehingga upaya penyelamatan jangan menunggu setelah gunung tersebut meletus. Karena Gunung Kelud berbeda dengan gunung lainnya,” ujar Manager Rescue PKPU, Ir. Muhammad Yasin beralasan.

Rencananya, tim akan menginap di desa yang berada sedekat mungkin dengan lereng Kelud. Selain itu, PKPU juga akan membangun jaringan radio komunikasi di wilayah tersebut, untuk memudahkan koordinasi dengan pemerintah setempat. ( mh habib shaleh/Cn08 )


Sumber: SUARA MERDEKA, Kamis, 25 Oktober 2007

PKPU Peduli Banjir

JAKARTA - Jelang diresmikannya Carabiner Camp sebagai pusat pelatihan rescue PKPU, beberapa atraksi dan persiapan menanam sejuta pohon untuk penghijauan daerah pinggiran kali (girli) Ciliwung telah siap. Demikian dikatakan Manajer Rescue PKPU, Ir. Muhammad Yasin Jumat (14/12) di Jakarta.

Atraksi yang akan dilakukan Tim Rescue PKPU itu meliputi aksi penyeberangan korban bencana di area basah dan kering, vertical evacuation, two line bridge, halley landing, jumaring, refling, gondola dan roof step.

Selain itu, para pengunjung (termasuk wartawan – red) juga bisa menikmati beberapa wahana untuk rekreasi, sepetrti flying fox, perahu karet, dan eretan gantung. Setelah itu, Tim Rescue juga akan mengarungi Sungai Ciliwung untuk melihat dari dekat kondisi Sungai Ciliwung yang kian memburuk dari hari ke hari.

Selain itu, PKPU juga menyikapi isu perubahan iklim global dengan aksi penanaman sejuta pohon dan pemasangan perangkap sampah di 100 titik di bantaran Sungai Ciliwung. Sebagai langkah awal, 50 dari sejuta pohon telah disiapkan untuk acara peresmian besok.

Sejuta pohon berjenis pohon buah yang akan ditanam ini ditargetkan akan selesai dalam enam bulan ke depan. "Kita ingin mengembalikan kembali Jakarta sebagai kota buah sebagaimana dalam sebuah lagu. Pepaya, mangga, pisang, jambu...," canda Yasin sambil bernyanyi.

Sementara itu, Duta Kemanusiaan PKPU yang juga pesinetron David Chalik dijadwalkan akan hadir dalam peresmian ini. Selain itu, Direktur Utama PKPU Sahabudin, Ak beserta jajaran direksi lainnya dan tokoh masyarakat setempat juga turut serta memeriahkan acara dengan memukul bedug sebagai simbol diresmikannya Carabiner Camp PKPU.

Saat ini, Carabiner Camp PKPU telah memiliki tim ahli evakuasi dan jaringan relawan rescue di Jabodetabek. Rencananya, setelah diresmikan Sabtu pagi (15/12) pukul 9.00 WIB, pusat latih ini akan memberikan pelatihan bagi masyarakat pinggiran kali (girli) Ciliwung dalam penanganan banjir Jakarta. "Jadi prinsip yang dikembangkan Carabiner Camp PKPU ini adalah dari masyarakat dan untuk masyarakat," tegas Yasin. (peni)


Sumber: Matabumi.com, Sun, 16/12/2007 - 01:46

Tim Medis PKPU Lakukan Tindakan Operasi Kecil Kepada 20 Warga

SINJAI - Sebanyak 2 tim rescue PKPU yang terdiri dari tim A berangkat ke Kecamatan Sinjai Timur meliputi Desa Lembang dan Desa Baukang. Sedangkan tim B berangkat menuju Kecamatan Sinjai Tengah yang terdiri dari Desa Kompang dan Desa Gantarang, Sabtu (24/6/2006).

Perjalan 20 orang tim rescue PKPU yang terdiri dari relawan dan tim medis menuju Dusun Lembang sempat tertahan di Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur karena diakibatkan jembatan yang menghubungkan desa tersebut terputus. Akhirnya tim rescue PKPU terpaksamelewati rute memutar yang memakan waktu 2,5 jam.

Sebelum mobil tiba di lokasi sekitar 1 kilometer, mobil terpaksa diberhentikan karena kondisi jalan berlumpur dan sulit untuk dilalui. Logistik dan bantuan pun harus dibawa dengan berjalan kaki. Tepat pukul 08.00 WITA, tim medis PKPU memulai aksinya dengan memberikan pengobatan kepada para pengungsi yang berada dirumah-rumah penduduk yang masih selamat.

Siang harinya tim relawan PKPU bekerjasama dengan Polres Sinjai mengadakan pembakaran bangkai-bangkai sapi yang berjumlah 10 ekor. Hal itu dilakukan untuk menghindari penyakit yang bisa ditimbulkan. Selain itu juga menimbulkan bau yangbusuk sehingga mengganggu warga yang sempat melintasi daerah tersebut.

Pembakaran menggunakan ban-ban bekas yang sengaja didatangkan dari Kota Sinjai yang proses pengambilannya dari tempat pemberhentian kendaraan dengan menggunakan 5 motor trail polisi.Tim rescue PKPU bersama masyarakat memperbaiki jalan agar tranportasi bisa cepat dipergunakan sehingga akses dari Desa Lembang dan Desa Baukang ke kotalancar untuk menunjang penyaluran logistik sembako yang diperlukan masyarakat setempat.

Selain itu tim rescue PKPU juga membantu memperbaiki beberapa rumah warga yang masih selamat. Sebanyak 30 rumah dari 28 kepala keluarga (KK) di Desa Lembang hanyut terbawa arus, sedangkan 24 KK selamat. Korban tewas di desa tersebut sebanyak 24 orang, dan belum ditemukan sekitar 13 orang.

Sedangkan tim medis PKPU yang terdiri dari 3 orang dokter muda yaitu Gany S.Ked, Anwas nurdin S.Ked serta Syarifuddin S.Ked bersama tim P2B dan SAR Sinjai berangkat menuju Desa Gantarang dan Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah. Kedua desa tersebut terisolir dari akses kendaraan baik dari jalur Manipi, Sinjai Barat, maupun jalur Manipahoi, Sinjai Tengah.

Diperkirakan lebih dari 30 titik longsor di dua desa tersebut, sehingga hanya bisa ditempuh lewat jalur darat selama 3 jam lebih dengan jalur yang sangat berbahaya karena longsoran-longsoran yang ada.Tim medis PKPU bersama tim rescue P2B dan SAR Kabupaten Sinjai adalah tim medis pertama yang berhasil menembus daerah tersebut, sehingga dapat langsung menangani para korban bencana yang luka-luka di daerah yang terisolir itu.

Mereka telah melakukan pengobatan lebih dari 70 orang warga, 20 diantaranya dilakukan tindakan operasi kecil.Dan rencana Ahad (25/6/2006) ada 3 orang korban yang akan di evakuasi ke Rumah Sakit setempat dengan menggunakan helikopter karena dalam kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

”Korban rata-rata disebabkan karena tertimpa bongkahan longsor dan beberapa diantaranya tertimbun selama beberapa hari,” ungkap Syarif seorang dokter muda dari Universitas Hasanudin. ”Alhamdulillah, kita membawa lengkap alat-alat dan obat-obatan sehingga kita bisa menangani seluruh pasien di daerah itu,” lanjut kordinator tim medis PKPU Sulawesi Selatan.

Hingga kini, daerah tersebut masih terisolir dari dunia luar dan dalam kondisi yang sangatmemprihatinkan karena sulitnya jalur distribusi menuju kesana dan hanya bisa dilakukan melalui jalur udara.


Sumber: Antara

Keajaiban sertai evakuasi Tim Rescue PKPU

oleh : Djony Edward Selasa, 06/02/2007 13:10 WIB


JAKARTA (Bisnis): Keajaiban menyertai Tim Rescue PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat) saat melakukan evakuasi salah seorang karyawan PKPU lainnya yang turut menjadi korban banjir. Saat tengah berenang, Ananto Pratikno, salah seorang anggota tim mengalami pecah ban karena tertusuk seng dari tiang listrik pada ketinggian 3 meter.

Namun tak ada hitungan satu menit, ban baru menyembul keluar dari dalam air dekat kaki Habib yang memandu jalan dan berada sekitar 1,5 meter dari Ananto. Ban tersebut nampak berbeda dengan yang pecah.

"Ban yang pecah diikat dengan tali tambang yang panjang, sedang yang muncul bertali pendek dan berlainan warna," ujar Lufti Avianto, anggota tim yang menyaksikan keajaiban ini.Keajaiban ini betul−betul merupakan pertanda baik bahwa Allah SWT masih menyertai tim rescue PKPU.

Akibatnya, cukup fatal bila ban ajaib tak menyembul menggantikan ban yang lama, sebab ban yang dimiliki saat itu hanya berjumlah tiga. "Bila pecah, sisa dua dan itu akan menyulitkan evakuasi korban," tambah Lufti.

Saat ditanya apakah benar mengalami pecah ban, Ananto tegas menjawab "Saya yakin bannya meletus, tapi aneh tiba−tiba muncul lagi, " ujar Ananto keheranan.Namun yang jelas−jelas diyakini Tim Rescue PKPU bahwa bila memilik niat baik, maka segala urusan akan dipermudah. Termasuk urusan ghaib yang tak mampu dijangkau akal manusia. (dj)


Pelatihan Rescue Bencana 2007

















Manajer Rescue PKPU, Ir. Muhammad Yasin sedang memperagakan memasang alat pengaman kepada para peserta Pelatihan Rescue Bencana 2007 di Carrabiner Camp PKPU. Tercatat sebanyak 34 peserta dari yayasan, LSM, lembaga zakat nasional mengikuti kegiatan tersebut.


PKPU Dirikan CARABINER CAMP, Wujud Peduli PKPU untuk Banjir

Jakarta - Jelang diresmikannya Carabiner Camp sebagai pusat pelatihan rescue PKPU, beberapa atraksi dan persiapan menanam sejuta pohon untuk penghijauan daerah pinggiran kali (girli) Ciliwung telah siap. Demikian dikatakan Manajer Rescue PKPU, Ir. Muhammad Yasin pagi ini (14/12/2007) di Jakarta.

Atraksi yang akan dilakukan Tim Rescue PKPU itu meliputi aksi penyeberangan korban bencana di area basah dan kering, vertical evacuation, two line bridge, halley landing, jumaring, refling, gondola dan roof step.Selain itu, para pengunjung (termasuk wartawan−red) juga bisa menikmati beberapa wahana untuk rekreasi, seperti flying fox, perahu karet, dan eretan gantung.

Setelah itu, Tim Rescue juga akan mengarungi Sungai Ciliwung untuk melihat dari dekat kondisi Sungai Ciliwung yang kian memburuk dari hari ke hari.Selain itu, PKPU juga menyikapi isu perubahan iklim global dengan aksi penanaman sejuta pohon dan pemasangan perangkap sampah di 100 titik di bantaran Sungai Ciliwung.

Sebagai langkah awal, 50 dari sejuta pohon telah disiapkan untuk acara peresmian besok.Sejuta pohon berjenis pohon buah yang akan ditanam ini ditargetkan akan selesai dalam enam bulan ke depan. "Kita ingin mengembalikan kembali Jakarta sebagai kota buah sebagaimana dalam sebuah lagu. Pepaya, mangga, pisang, jambu...," canda Yasin sambil bernyanyi.

Sementara itu, Duta Kemanusiaan PKPU yang juga pesinetron David Chalik dijadwalkan akan hadir dalam peresmian ini. Selain itu, Direktur Utama PKPU Sahabudin, Ak beserta jajaran direksi lainnya dan tokoh masyarakat setempat juga turut serta memeriahkan acara dengan memukul bedug sebagai simbol diresmikannya Carabiner Camp PKPU. Saat ini, Carabiner Camp PKPU telah memiliki tim ahli evakuasi dan jaringan relawan rescue di Jabodetabek.

Rencananya, setelah diresmikan Sabtu (15/12/2007) pagi pukul 09.00 WIB, pusat latih ini akan memberikan pelatihan bagi masyarakat pinggiran kali (girli) Ciliwung dalam penanganan banjir Jakarta."Jadi prinsip yang dikembangkan Carabiner Camp PKPU ini adalah dari masyarakat dan untuk masyarakat," tegas Manajer Rescue PKPU Ir. Muhammad Yasin.


Sumber: ANTARA, 14 Desember 2007, 16:45


Tim Bantuan Kemanusiaan PKPU Tiba di Islamabad

Kapanlagi.com - Tim Kemanusiaan Pos Kemanusiaan Peduli Umat (PKPU) untuk Pakistan gelombang pertama Senin pagi tiba di Islamabad dan langsung bergerak membantu korban gempa Pakistan berkoordinasi dengan sekitar 50 mahasiswa Indonesia yang berada di Pakistan serta LSM setempat dan LSM negara lainnya.

Anggota tim pertama yang datang dari Jakarta ini terdiri dari Dr. Amir Zuhdi, MHA (ketua tim dokter PKPU) dan Boy Muslim, SE (ketua tim rescue PKPU), sedangkan PKPU Selasa (18/10) mengirimkan Tim Kemanusiaan Gelombang kedua, demikian siaran pers PKPU yang diterima ANTARA, di Jakarta, Selasa.

Mereka menjalin kontak dengan 50 orang mahasiswa Indonesia di Pakistan, LSM-LSM setempat serta LSM−LSM dari berbagai negara seperti ICNA Relief USA−Canada, Insani Yardim Vakfi atau Insan Hak ve Hurriyetleri (IHH) Turki, The Orphan Child (TOC) Inggris.

"Tim Kemanusiaan PKPU bersama-sama LSM-LSM dari berbagai negara akan menyalurkan sumbangan kaum muslimin Indonesia tahap pertama senilai Rp. 200 juta yang terdiri dari 20 tenda, 200 selimut serta berbagai jenis obat kepada korban gempa. Tim kemanusiaan PKPU juga telah memesan gandum serta minyak makan," ujar Amir Zuhdi ketua tim kesehatan PKPU.
Amir Zuhdi menambahkan, pada bulan Oktober ini Pakistan juga akan memasuki musim dingin yang disertai hujan salju, ucapnya. Turunnya salju, yang berarti suhu bisa mencapai nol derajat selsius, akan mengakibatkan bertambahnya jumlah korban gempa karena keterbatasan selimut dan tenda−tenda.

Tim Kemanusiaan PKPU juga mengunjungi Margalla Tower di Islamabad bergabung dengan tim kesehatan dari berbagai LSM−LSM negara lain guna menolong korban gempa Pakistan. Di Margalla Tower sebanyak 28 orang meninggal dan sebanyak 80 orang luka-luka.

Selain itu, Selasa siang (18/10) tim kemanusiaan PKPU gelombang kedua yakni RB. Suryama M. Sastra beserta dua orang tim rescue diberangkatkan langsung dari Bandara Soekarno Hatta pukul 12.45 WIB menuju Pakistan.

Sebelumnya sekretaris Yayasan PKPU yang juga anggota DPR RI RB. Suryama M. Sastra beserta Direktur Utama PKPU Sahabudin, Ak bertemu dengan Menkokesra Alwi Shihab serta Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Mayjen Syed Mustafa Anwer Husain untuk mendapatkan dukungan guna memberikan dukungan penuh terhadap tim kemanusiaan PKPU. (*/erl)


Sumber: Kapanlagi.com, Selasa, 18 Oktober 2005 14:38