Mengenai Saya

Foto saya
Tim Rescue PKPU dipimpin langsung oleh Ir. Muhammad Yasin. Anda ingin mengetahui kegiatan rescue PKPU, dapat mengontak langsung Yasin di nomor 08988866220, dapat juga kerjasama program rescue bencana.

REKENING KEMANUSIAAN: BMI No. 301.00354.15, BSM No. 003.000.6216 BCA No. 600.034.7777, BNI No. 117.85.917, Bank Mandiri No. 126.000.1005.114 atas nama PKPU

Tim Rescue PKPU sedang berlatih di arungjeram CITARIK, Sukabumi

Senin, 15 Desember 2008

Tim Medis PKPU Lakukan Tindakan Operasi Kecil Kepada 20 Warga

SINJAI - Sebanyak 2 tim rescue PKPU yang terdiri dari tim A berangkat ke Kecamatan Sinjai Timur meliputi Desa Lembang dan Desa Baukang. Sedangkan tim B berangkat menuju Kecamatan Sinjai Tengah yang terdiri dari Desa Kompang dan Desa Gantarang, Sabtu (24/6/2006).

Perjalan 20 orang tim rescue PKPU yang terdiri dari relawan dan tim medis menuju Dusun Lembang sempat tertahan di Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur karena diakibatkan jembatan yang menghubungkan desa tersebut terputus. Akhirnya tim rescue PKPU terpaksamelewati rute memutar yang memakan waktu 2,5 jam.

Sebelum mobil tiba di lokasi sekitar 1 kilometer, mobil terpaksa diberhentikan karena kondisi jalan berlumpur dan sulit untuk dilalui. Logistik dan bantuan pun harus dibawa dengan berjalan kaki. Tepat pukul 08.00 WITA, tim medis PKPU memulai aksinya dengan memberikan pengobatan kepada para pengungsi yang berada dirumah-rumah penduduk yang masih selamat.

Siang harinya tim relawan PKPU bekerjasama dengan Polres Sinjai mengadakan pembakaran bangkai-bangkai sapi yang berjumlah 10 ekor. Hal itu dilakukan untuk menghindari penyakit yang bisa ditimbulkan. Selain itu juga menimbulkan bau yangbusuk sehingga mengganggu warga yang sempat melintasi daerah tersebut.

Pembakaran menggunakan ban-ban bekas yang sengaja didatangkan dari Kota Sinjai yang proses pengambilannya dari tempat pemberhentian kendaraan dengan menggunakan 5 motor trail polisi.Tim rescue PKPU bersama masyarakat memperbaiki jalan agar tranportasi bisa cepat dipergunakan sehingga akses dari Desa Lembang dan Desa Baukang ke kotalancar untuk menunjang penyaluran logistik sembako yang diperlukan masyarakat setempat.

Selain itu tim rescue PKPU juga membantu memperbaiki beberapa rumah warga yang masih selamat. Sebanyak 30 rumah dari 28 kepala keluarga (KK) di Desa Lembang hanyut terbawa arus, sedangkan 24 KK selamat. Korban tewas di desa tersebut sebanyak 24 orang, dan belum ditemukan sekitar 13 orang.

Sedangkan tim medis PKPU yang terdiri dari 3 orang dokter muda yaitu Gany S.Ked, Anwas nurdin S.Ked serta Syarifuddin S.Ked bersama tim P2B dan SAR Sinjai berangkat menuju Desa Gantarang dan Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah. Kedua desa tersebut terisolir dari akses kendaraan baik dari jalur Manipi, Sinjai Barat, maupun jalur Manipahoi, Sinjai Tengah.

Diperkirakan lebih dari 30 titik longsor di dua desa tersebut, sehingga hanya bisa ditempuh lewat jalur darat selama 3 jam lebih dengan jalur yang sangat berbahaya karena longsoran-longsoran yang ada.Tim medis PKPU bersama tim rescue P2B dan SAR Kabupaten Sinjai adalah tim medis pertama yang berhasil menembus daerah tersebut, sehingga dapat langsung menangani para korban bencana yang luka-luka di daerah yang terisolir itu.

Mereka telah melakukan pengobatan lebih dari 70 orang warga, 20 diantaranya dilakukan tindakan operasi kecil.Dan rencana Ahad (25/6/2006) ada 3 orang korban yang akan di evakuasi ke Rumah Sakit setempat dengan menggunakan helikopter karena dalam kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

”Korban rata-rata disebabkan karena tertimpa bongkahan longsor dan beberapa diantaranya tertimbun selama beberapa hari,” ungkap Syarif seorang dokter muda dari Universitas Hasanudin. ”Alhamdulillah, kita membawa lengkap alat-alat dan obat-obatan sehingga kita bisa menangani seluruh pasien di daerah itu,” lanjut kordinator tim medis PKPU Sulawesi Selatan.

Hingga kini, daerah tersebut masih terisolir dari dunia luar dan dalam kondisi yang sangatmemprihatinkan karena sulitnya jalur distribusi menuju kesana dan hanya bisa dilakukan melalui jalur udara.


Sumber: Antara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar