Mengenai Saya

Foto saya
Tim Rescue PKPU dipimpin langsung oleh Ir. Muhammad Yasin. Anda ingin mengetahui kegiatan rescue PKPU, dapat mengontak langsung Yasin di nomor 08988866220, dapat juga kerjasama program rescue bencana.

REKENING KEMANUSIAAN: BMI No. 301.00354.15, BSM No. 003.000.6216 BCA No. 600.034.7777, BNI No. 117.85.917, Bank Mandiri No. 126.000.1005.114 atas nama PKPU

Tim Rescue PKPU sedang berlatih di arungjeram CITARIK, Sukabumi

Rabu, 25 Februari 2009

PKPU Kirimkan Tim Kemanusiaan ke Palestina


PKPU Online JAKARTA - Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU bersama Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) akan mengirimkan Tim Kemanusiaan ke Palestina untuk memberikan bantuan bagi para pengungsi warga sipil khususnya anak-anak, perempuan dan orang lanjut usia.

Tim yang akan berangkat berjumlah 3 orang ini adalah dr. Amir Zuhdi, MHA, Suryama M. Sastra dan H. Suharsono, Lc. Tim Kemanusiaan ini rencananya berangkat pada Selasa sore (3/2/2009) pukul 15.00 WIB menuju Palestina melalui Mesir.

Sebelumnya, PKPU telah mengirimkan dana Palestina dari masyarakat Indonesia untuk disampaikan kepada pengungsi di Palestina dan telah diterima perwakilan warga masyarakat di Gaza, Palestina.Selain itu PKPU juga bekerjasama dengan Lembaga Kemanusiaan Internasional IHH Turki untuk memberikan obat-obatan dan pangan kepada para pengungsi yang semuanya warga Palestina.

Tim Kemanusiaan PKPU yang diberangkatkan ini rencananyanya akan menjajaki program recovery Palestina (Gaza) sekaligus memberikan bantuan obat-obatan dan logistik senilai setengah milyar rupiah kepada warga Gaza di Palestina.

Bantuan yang akan diserahkan Tim Kemanusiaan PKPU itu merupakan dana kemanusiaan yang terkumpul dari warga Indonesia melalui PKPU. Jumlah total yang dihimpun sebesar Rp 1 miliar lebih dan akan terus digalang dana bantuan untuk Palestina.

Kini, warga Palestina yang terdiri dari anak-anak, perempuan dan orang lanjut usia harus menghadapi keterbatasan cuaca dan ancaman penyakit, kelaparan serta kemungkinan serangan susulan dari Israel itu masih membutuhkan uluran tangan anda.

Salurkan kepedulian anda melalui rekening kemanusiaan PKPU. BCA Soepomo Nomor 600.034.7777, BSM Mampang Nomor 003.011.5010 atau hubungi PKPU di nomor 021-87780015 ext.106. (Acep/PKPU)

Kamis, 15 Januari 2009

Siaga Banjir, TPBN PKPU Kembali Disiapkan

JAKARTA - Hujan deras disertai angin kencang selama tiga hari berturut−turut Sejak Senin (12/1/2009) kembali menyapa kita. Banjir pun mengintai dan Jakarta kembali siaga. "Hal ini pertanda musim hujan segera datang," ujar Direktur Penghimpunan PKPU Wildhan Dewayana di ruang kerjanya Rabu (14/1/2009).

"Tim Peduli Bencana Nasional (TPBN) harus kembali disiagakan di titik-titik rawan. Dan sebanyak 36 titik prioritas daerah genangan banjir di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) harus terus dipantau," lanjut Wildhan.

"Siagakan pula tempat untuk mengungsi dan dapur umum dari 36 titik prioritas daerah genangan banjir tersebut untuk masyarakat. Siaga saja Tim Peduli Bencana Nasional (TPBN) PKPU jika ada banjir kiriman dari Bogor," imbuh Wildhan kepada Tim Rescue PKPU.

Untuk mengantisipasi banjir yang melanda Jakarta khususnya, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU akan menggulirkan program Aksi Sejuta Pelampung untuk wilayah Jadetabek dan daerah banjir lainnya.

Hal senada dikatakan Manajer Rescue PKPU, Ir. Muhammad Yasin. Yasin mengatakan bahwa datangnya air yang secara tiba-tiba mengakibatkan tidak sempatnya untuk mengungsi dan mengevakuasi diri sehingga alternatif hanyalah naik keatap rumah dan keadaan ini sangat memprihatinkan.

"Kelompok yang paling beresiko jika terjadi bencana adalah bayi, balita, anak-anak, ibu hamil menyusui, orang tua jompo dan orang cacat. Selayaknya saat ini akses kepada alat safety standar seperti pelampung sudah sangat mudah bagi mereka sehingga jika air membanjiri pemukiman, mereka akan lebih aman dan mudah untuk di evakuasi," lanjut Yasin.

"Dan bukan hal yang luar biasa jika program Sejuta Pelampung PKPU mulai ditawarkan dan digulirkan serta disosialisasikan kepada masyarakat. Semoga dengan alat evakuasi berupa pelampung dapat segera tersebar dilokasi rutin banjir dimulai dari siklus banjir tahun 2008 ini," ungkap Yasin.

Tim rescue PKPU akan memulai di 36 titik prioritas daerah genangan banjir Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) dari 120 titik daerah genangan rutin banjir yang ada masing-masing 20 titik besar di Jakarta, 3 titik di Depok, 5 titik di Tangerang serta 8 titik di Bekasi.

Semoga sejuta pelampung ini dapat tersebar yang dimulai dengan 1000 pelampung untuk tahun ini, sehingga ada sedikit ketenangan sambil menunggu berbagai upaya dari pemerintah dalam program raksasanya mengatasi banjir Jakarta. Kepedulian kita sangat mempengaruhi pengurangan resiko bencana.

PKPU siap bermitra dengan lembaga, NGO serta perusahaan anda dalam mengantisipasi datangnya bencana banjir dengan program AKSI SEJUTA PELAMPUNG. Kontak PKPU di 021-87780015 dengan Lukmanul Hakim (0817400303), M. Yasin (08988866220) atau PKPU datang ke Perusahaan anda. (Acep/PKPU)


Sumber: PKPU Online


Kamis, 18 Desember 2008

PKPU Gulirkan Program Peduli Banjir

Aksi Sejuta Pelampung


JAKARTA - Beberapa waktu terakhir ini hujan disertai angin kencang mulai menyapa kita. Frekuensi datangnya banjir kiriman juga membawa sampah yang ikut hanyut bersamanya. Hal ini pertanda bahwa musim hujan segera datang. Banyak hal yang perlu kita waspadai bersama.

Dari mulai perubahan cuaca yang mungkin akan menimbulkan ketidaknyamanan tubuh kita bahkan mungkin mendatangkan penyakit sampai dengan bahaya banjir yang hampir rutin setiap tahun menyambangi kita (warga Jakarta khususnya)

Apapun penyebabnya, mulai dari banjir kiriman, meluapnya sungai, tersumbatnya aliran sungai, jebolnya tanggul sungai, banyaknya pemukiman di daerah aliran sungai dan masih banyak lagi alasan yang mungkin menyebabkan banjir.

Selain itu, koordinasi yang kurang baik, infrastruktur kota yang sudah tua dan tidak memadai, pembangunan perumahan yang tidak terkendali, hilangnya kepedulian akan daerah resapan air, dan lainnya sebagai fakta banjir sulit dihilangkan dari Jakarta dan kota besar lainnya.

Manajer Rescue PKPU, Ir. Muhammad Yasin mengatakan bahwa datangnya air yang secara tiba−tiba mengakibatkan tidak sempatnya untuk mengungsi dan mengevakuasi diri sehingga alternatif hanyalah naik keatap rumah dan keadaan ini sangat memprihatinkan.

“Kelompok yang paling beresiko jika terjadi bencana adalah bayi, balita, anak−anak, ibu hamil menyusui, orang tua jompo dan orang cacat. Selayaknya saat ini akses kepada alat safety standar seperti pelampung sudah sangat mudah bagi mereka sehingga jika air membanjiri pemukiman, mereka akan lebih aman dan mudah untuk di evakuasi,” lanjut Yasin.

“Dan bukan hal yang luar biasa jika program Sejuta Pelampung PKPU mulai ditawarkan dan digulirkan serta disosialisasikan kepada masyarakat. Semoga dengan alat evakuasi berupa pelampung dapat segera tersebar dilokasi rutin banjir dimulai dari siklus banjir tahun 2008 ini,” ungkap Yasin.

Tim rescue PKPU akan memulai di 36 titik prioritas daerah genangan banjir Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) dari 120 titik daerah genangan rutin banjir yang ada masing−masing 20 titik besar di Jakarta, 3 titik di Depok, 5 titik di Tangerang serta 8 titik di Bekasi

Direktur Penghimpunan PKPU, Wildhan Dewayana berharap bahwa sejuta pelampung ini dapat tersebar yang dimulai dengan 1000 pelampung untuk tahun ini, sehingga ada sedikit ketenangan sambil menunggu berbagai upaya dari pemerintah dalam program raksasanya mengatasi banjir Jakarta.

“Kepedulian kita sangat mempengaruhi pengurangan resiko bencana. Dan bantuan meskipun sedikit sangat memberikan ketenangan disaat genting,” ungkap Wildhan Dewayana saat rapat Tim Peduli Bencana Nasional PKPU, Kamis sore (18/12/2008) di Duren Sawit.

PKPU siap bermitra dengan lembaga, NGO serta perusahaan anda dalam mengantisipasi datangnya bencana banjir dengan program AKSI SEJUTA PELAMPUNG. Kontak PKPU di 021−87780015 dengan Gunawan (0817742020) atau M. Yasin (08988866220) atau PKPU datang ke Perusahaan anda. (Acep/PKPU)


Sumber: PKPU Online


Senin, 15 Desember 2008

Indosat Luncurkan Bantuan

Bantuan yang dilakukan bersama Tim Rescue PKPU (Pos Keadilan Peduli Ummat) ini diserahkan dalam bentuk bahan pangan atau sembako dan tenda untuk tempat tinggal dan mengungsi sementara.

Menurut Adita Irawati, Division Head Public Relations, bantuan ini diberikan sebagai wujud komitmen sosial. Sementara itu, desa-desa yang mendapatkan bantuan tersebut meliputi kecamatan Bungku Utara terdiri dari Desa Baturube 242 KK, 1105 Jiwa, Desa Boba 130 KK, 390 Jiwa, Desa Tokalabawa 195 KK, 786 Jiwa, Desa Parigi 102 KK, 232 Jiwa, Desa Kalombang 119 KK, 432 Jiwa.

Sedangkan untuk Desa Kolobawa, Kecamatan Mamosalato, distribusi bantuan akan diserahkan kepada 192 KK atau 406 Jiwa. Indosat selama ini selalu aktif dalam program bantuan pasca bencana alam, baik melalui bantuan bahan pokok dan tempat tinggal, maupun dukungan telekomunikasi bagi para korban.

Indosat juga telah memiliki tim khusus untuk penanganan pasca bencana yang diharapkan dapat membantu para korban sekaligus menjaga keberlangsungan layanan di wilayah tersebut. (Widia Yurnalis)


Sumber: hardware.sda-indo.com, 03.08.2007


Banser Diminta Jaga Rumah Warga Gunung Kelud

Jakarta - Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan kader Gerakan Pemuda Ansor diminta melindungi dan menjaga rumah-rumah warga sekitar Gunung Kelud, Jawa Timur, yang ditinggal mengungsi penghuninya. Demikian dikatakan Komandan Satuan Koordinasi Nasional Banser, H Tatang Hidayat, di Jakarta, Jumat (26/10)

“Kami juga menginstruksikan Banser bekerja sama dengan aparat keamanan untuk membantu mengamankan ternak-ternak milik penduduk yang tinggalkan, agar ternak itu dipindahkan,” kata Tatang, demikian panggilan akrabnya.

Selain itu, katanya, Banser juga diminta untuk bekerja sama dengan satkorlak setempat agar pelaksanaan bantuan di lapangan dapat terkoordinasi dengan baik, rapi dan lancar. Menurut Tatang, jumlah satuan Banser yang dikerahkan ke lapangan tergantung dari kondisi dan kerja sama dengan pemda setempat, misalnya membantu penanganan dapur umum, distribusi bantuan, pembangunan posko kesehatan dan lain-lainnya.

Lebih jauh, personil Banser juga diminta terus menerus melakukan komunikasi dengan pengurus cabang Nahdlatul Ulama setempat dan badan otonom lainnya. Bahkan, kalau perlu membuat posko terpadu guna mempercepat penanganan pengungsi jika terjadi sesuatu di luar dugaan.

Sementara itu, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU berinisiatif mengadakan simulasi dan pelatihan tanggap bencana bagi warga Dusun Sumber Sari, Desa Sumber Asri, Nglegok, Biltar, Jatim dalam mengantisipasi letusan Gunung Kelud. Alat yang digunakan sangat sederhana dan dekat dengan masyarakat, yaitu pluit.

Sebanyak 300 pluit dibagikan ke masing-masing warga, di mana satu pluit untuk satu warga. Dalam pelatihan yang dilaksanakan Sabtu (27/10) siang, warga diajarkan bagaimana membunyikan pluit sebagai tanda bahaya.

Manager Rescue PKPU, Ir M. Yasin, mengunggkapkan, seandainya terjadi kondisi bahaya, misalnya, ada warga yang terjepit dan terluka, maka harus meniup pluit pendek- pendek. Kemudian untuk warga yang mampu menolong warga bersangkutan, dapat meniup pluit panjang-panjang.

Simulasi dilaksanakan pukul 1 siang ini, namun, sebelumnya, warga dibagikan brosur mengenai prosedur penyelamatan oleh tiga relawan ahli tim Rescue PKPU.Tim Rescue, selama di Blitar, melaksanakan beberapa tugas, antara lain, mengecek jalur aliran sungai lahar, melakukan survei posko pengungsian di luar radius 15 kilometer seandainya terjadi letusan, serta membangun jalur radio komunikasi.

Saat ini, PKPU tengah mengadakan lomba berhitung dengan metode sempoa bagi anak-anak setempat untuk memberikan kegiatan alternatif yang menyenangkan bagi anak. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi tekanan psikologis akibat ketidakpastian meletusnya Kelud. Saat ini anak-anak terpaksa tidak bersekolah sampai 30 Oktober 2007 mendatang. (sm/sbh/rif)


Sumber: NU Online, Sabtu, 27 Oktober 2007 18:05

Warga Pantai Harapan Jaya Mulai Terserang Penyakit dan Kekurangan Bahan Makanan

Jakarta - Curah hujan yang tinggi sejak sepekan lalu, menyebabkan anak Sungai Ciherang, yakni Sungai Kramat meluap. Akibatnya, Jalan Raya Pantai Hurip yang menuju desa tersebut putus akibat banjir sehingga warga terisolisai selama tujuh hari. Parahnya lagi beberapa orang warga mulai terserang penyakit dan kekurangan bahan makanan.

Tak hanya itu 1769 rumah warga Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, yang berada lebih rendah dari sungai ini terendam setinggi 50 cm.

Menurut Tim Media Center PKPU Sukismo, sebetulnya air bisa surut asalkan Bendungan Tongkang dibuka. “Namun hal ini sulit dilakukan, karena bila dibuka akan merendam tujuh titik pengeboran minyak milik Pertamina, Sehingga banjir masih akan merendam wilayah ini selama lima hari ke depan,” ujar Sukismo dihubungi Situs Berita APIndonesia.Com via Telepon seluler di ruang kerjanya, Selasa, (19/2).

Sukismo melanjutkan, sebelumnya warga mengungsi di Desa Pantai Hurip yang bersebelahan dengan Desa Pantai Harapan Jaya. Belakangan, warga mulai kembali untuk membersihkan rumah rumah mereka.

Dampak banjir juga mulai dirasakan warga yang mulai kekurangan bahan makanan dan terserang penyakit, seperti gatal gatal dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). “Saat ini, warga membutuhkan makanan siap saji, bahan makanan untuk lima hari ke depan, pelayanan kesehatan, dan pakaian layak pakai,” katanya.

Melihat kebutuhan ini, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU menerjunkan Tim Rescue ke lokasi dengan menggunakan perahu motor melalui Sungai Kramat. Tim yang terdiri dari 10 relawan ahli ini, menyalurkan bantuan 245 paket logistik bagi di RT 003, 004, 006 RW 02 Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

Tim yang dikomandoi Manajer Rescue PKPU Ir. Muhammad Yasin sudah bergerak untuk meninjau Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, tempat dimana badan Sungai Citarum yang longsor sepanjang 70 meter.

Karena sejak sehari lalu, Tim Rescue PKPU telah mengerahkan relawan untuk membendung kembali dengan 1000 karung dan 500 batang bambu. pengerjaan badan tanggul itu harus dilakukan dengan cepat agar air tidak meluap lagi akibat hujan. "Kita berpacu dengan waktu, jangan sampai hujan lagi dan air meluap yang akan merendam 800 KK di delapan RT," kata Sukismo. (Setyawan)


Sumber: APIndonesia.Com, Tuesday, 19 February 2008

BANTU KORBAN BANJIR GUNUNGKIDUL ; PKPU DIY Salurkan 500 Family Kit

NGLIPAR (KR) - Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Cabang DIY dibantu beberapa relawan lokal di Gunungkidul sejak hari pertama banjir Rabu (26/12) di aliran sungai Oya wilayah Nglipar, Semin, Ngawen, Patuk dan Karangmojo, turun mengevakuasi, memberikan pelayanan kesehatan serta mengirimkan bantuan kemanusiaan ke korban banjir.

Bantuan dalam masa tanggap darurat itu diberikan dua tahap. Bantuan tahap pertama berupa makanan siap saji 200 nasi bungkus, 500 pak mie instan, 400 biskuit dan 480 air mineral. Pada tahap ke dua, PKPU DIY membantu 500 paket family kit. Pelayanan kesehatan oleh 15 relawan, 6 orang tim medis dan 2 armada ambulans mobile clinic.

Warga di beberapa titik bantaran sungai Oya, juga menerima paket sumbangan dari donatur PKPU, di antaranya LAZIS Perkasa (Persatuan Karyawan PT Sari Husada) Yogya dan donatur perorangan berisikan sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, handuk serta sebagian paket berisi kompor dan minyak tanah masing-masing 2 liter.

Secara simbolis paket sumbangan disampaikan Kepala Divisi Pendayagunaan Program PKPU DIY Muthori di dusun Klayar, Kedungpoh Nglipar,akhir Desember 2007.Wilayah 5 kecamatan di Gunungkidul itu kebanjiran disebabkan dibukanya pintu air di bendungan pembantu Wonogiri.

Muthori mengatakan, tanggul bendungan itu retak akibat gempa bumi yang lalu, sehingga untuk menghindari bencana yang lebih besar lagi pintu air itu dibuka agar debit air stabil. Relawan PKPU mencatat, 4 jembatan ambrol akibat derasnya aliran sungai Oya, yaitu jembatan Kepuh-Payaman (Semin), jembatan Karangsari-Rejosari, jembatan Badongan dan jembatan gantung desa Kalitekuk. Jembatan Klayar-Katongan ambles.

”Kerusakan di sektor pertanian, 110 hektar padi dan jagung di Semin rusak, 47 hektar di Patuk, 10 hektar di Ponjong, 165 hektar di Nglipar serta 8 hektar di kecamatan Karangmojo, tak bisa dimanfaatkan,” tambah Muthori mengutip laporan Tim Rescue PKPU DIY.

Pada awal Januari ini PKPU DIY bekerjasama dengan LAZIS Perkasa dan Radio MQ 92,3 FM Yogya mengadakan bakti sosial berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis, pembagian mie instan, sarden, gula, minyak goreng dan susu balita SGM 3 serta peralatan kebersihan bagi korban banjir luapan Bengawan Solo di dusun Ngrantan desa Kadokan Kecamatan Grogol Sukoharjo.

Pembagian dilakukan Direktur Medical Health,Care and Rescue (MHCR) PKPU Pusat dr Amir Zuhdi MKes dan Muryatno dari LAZIS Perkasa, diterima simbolis oleh Ketua RW 01, Wagino (57) disaksilan pimpinan PKPU DIY Suripta.

Pedukuhan Ngrantan yang terdiri dari 246 KK dan berpenghuni 637 jiwa itu, merupakan salah satu wilayah banjir Bengawan Solo yang belum terjamah bantuan kesehatan dan bantuan lainnya. Pada masa tanggap darurat itu, PKPU DIY bergabung dengan PKPU Jateng melakukan assesment melalui Posko Induk di Karanganyar. (Sh)-a


Sumber: Kedaulatan Rakyat, 06/01/2008 04:30:59