SEMARANG - Bukan semarang kalau tidak banjir. Ungkapan ini bukan sebuah ungkapan kosong semata, di sela−sela membersihkan rumah paska banjir besar di Semarang, banyak warga berkata demikian.
Masyarakat menganggap bahwa banjir kali ini dianggap banjir terbesar dalam lima tahun terakhir, bahkan ada juga yang mengatakan delapan tahun terakhir. Banjir di Semarang kali ini memang benar-benar parah.
Berdasarkan data PKPU di lapangan dan Pemkot Semarang, banjir kali ini meliputi separuh wilayah ibukota Jawa Tengah ini tergenang air.Sebanyak 8 kecamatan tergenang banjir dari 16 kecamatan yang ada.
Kecamatan yang mengalami banjir itu masing−masing Kecamatan Tugu, Kecamatan Gajah Mungkur, Kecamatan Gayamsari, Kecamatan Semarang Utara, Kecamatan Genuk, Kecamatan Semarang Selatan, Kecamatan Semarang Barat, dan Kecamatan Semarang Timur. Adapun ketinggian air mencapai 10 centi meter hingga 1 meter.
Dari pantauan Tim Rescue PKPU dilapangan, banjir yang melanda ini dimulai sejak Minggu malam (8/2/2009) sejak pukul 02.00 hingga pukul 03.00 WIB dan air benar−benar datang dalam jumlah yang sangat banyak.Kebanyakan warga tidak siap menghadapi banjir ini, sehingga Tim Rescue PKPU menjumpai dibanyak tempat seperti banyak kasur yang terendam air dan tak sempat diangkat atau dipindahkan.
Beberapa warga yang telah siap langsung memindah barang−barang mereka ke tempat yang lebih tinggi, namun sebagian ternyata memilih menyelamatkan diri dan hanya surat−surat berharga serta sedikit pakaian yang berhasil dibawa.Jalan−jalan protokol serta jalan utama lainnya di Kota Semarang banyak yang terendam, hingga di jalan−jalan pemandangan orang mendorong motor mogok adalah pemandangan yang lazim di beberapa area banjir.
Banjir yang datang juga bahkan mengepung salah satu rumah Manajer Prospek PKPU Pusat, Muklas. Rumah ini berada di RT.004 RW.011, Kelurahan Tawang Mas, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.Rumah tersebut ditempati Bapak, Ibu serta saudara Muklas. Beruntung rumah ini telah ditinggikan sebelumnya, sehingga air banjir yang datang tidak sampai masuk.
Namun tidak untuk rumah disekitarnya. Rumah warga lainnya banyak yang terendam dengan ketinggian 1 meter, tergenang dalam rendaman air banjir bercampur air got yang masuk ke daerah tersebut.Kepala Cabang PKPU Jawa Tengah, Nana Sudiana bersama Tim Rescue PKPU Jateng, Haryono, datang ke lokasi melihat kondisi rumah Muklas. Rumah tersebut selamat dan hanya tergenang sampai teras rumah.
Selain menyebar menurunkan Tim Rescue, PKPU Jateng juga mendistribusikan nasi bungkus untuk warga masyarakat yang terkena banjir. Sebanyak lebih dari 1000 nasi bungkus dibagikan relawan PKPU ke titik yang menjadi area banjir.Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Tim Rescue PKPU Jateng, baru ada 1 orang korban jiwa di Kelurahan Karangayu, Semarang Barat.
Korban adalah seorang nenek yang sedang sakit (lumpuh) dan hanya seorang diri di dalam rumah dan kini jenazah telah dimakamkan keluarganya.Rencananya, PKPU Jawa Tengah akan menggelar pengobatan gratis bagi warga yang terkena banjir, mengingat setelah banjir umumnya warga mudah terserang flu, pilek, demam, gatal−gatal serta penyakit ispa lainnya.
Selain banjir menerjang Kota Semarang, terjadi juga longsor di Kecamatan Gajahmungkur, namun belum dapat dipastikan seberapa parah kondisinya. Untuk partisipasi dan bantuan, dapat mengontak PKPU Jawa Tengah Jl. Setiabudi No.70 Semarang. Telpon. (024) 7477405 atau Nana Sudiana (081325873723). (Nas/PKPU Jateng)
Mengenai Saya
- Tim Rescue PKPU
- Tim Rescue PKPU dipimpin langsung oleh Ir. Muhammad Yasin. Anda ingin mengetahui kegiatan rescue PKPU, dapat mengontak langsung Yasin di nomor 08988866220, dapat juga kerjasama program rescue bencana.
REKENING KEMANUSIAAN: BMI No. 301.00354.15, BSM No. 003.000.6216 BCA No. 600.034.7777, BNI No. 117.85.917, Bank Mandiri No. 126.000.1005.114 atas nama PKPU
Rabu, 25 Februari 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar